Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Senin, 29 November 2021 09:13 WIB

Share
Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Spiritdepok.poskota.co.id-MAKASSAR—Pimpinan  Umum Wahdah Islamiyah Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin menolak tegas berbagai tindakan terorisme. Ia berharap terorisme segera berakhir.

“Kita ingin terorisme ini diatasi dan dihilangkan. Baik di tingkat pribadi maupun kelompok, termasuk oleh negara. Contohnya terorisme terhadap bangsa Palestina,” tegas Ustaz Zaitun saat menjadi narasumber pada kegiatan Pra Muktamar Wahdah Islamiyah yang berlangsung secara daring, Kamis-Ahad (25-28/11/2021).

Ustaz Zaitun mengatakan Wahdah Islamiyah selama ini berlandas manhaj wasathiyah Islam. Yakni Islam yang berada di tengah-tengah, penuh keadilan dan rahmat, serta selalu setia terhadap kebenaran.

 “Manhaj wasathiyah menolak terorisme. Kita harus terus berlandaskan pada manhaj tersebut,” ujar UZR, panggilan karibnya.

UZR berpesan kepada aparat keamanan agar dalam menumpas terorisme selalu melibatkan ulama, dai maupun ormas-ormas Islam. Termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

“Di MUI ada BPET (Badan penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme). Jika MUI dilibatkan akan lebih komprehensif dan menghilangkan ekses-ekses negatif. Ini akan berpengaruh positif terhadap pembangunan. Terutama pembangunan jiwa-jiwa bangsa Indonesia,” ungkap UZR.

Pada kesempatan ini, UZR berpesan kepada peserta Pra Muktamar agar terus mengedepankan sikap wasathiyah dalam dakwah di tengah masyarakat.

“Wahdah sangat menghargai kesepakatan yang pernah dibuat oleh para pendiri bangsa. Yaitu NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Kita ingin konsekuen terhadap kesepakatan yang pernah dibuat tersebut,” jelas UZR.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Wahdah Islamiyah Ustaz Syaibani Mujiono mengatakan, Pra-Muktamar melibatkan seluruh jajaran pengurus pusat hingga pengurus daerah.

"Pra Muktamar ini mematangkan draf yang selama 3 bulan lalu telah digodok. Nanti draf yang sudah matang inilah yang akan dibawa ke muktamar," jelas Ustaz Syaibani.

Halaman
Reporter: Rohmat
Editor: Rohmat
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar