Tumbuhkan Spirit Keikhlasan dan Daya Juang Guru, Manajemen SMPIT Nururrahman Gelar Pelatihan Bersama Konsultan Sekolah Alumni Gontor

Minggu, 14 Agustus 2022 14:07 WIB

Share
Tumbuhkan Spirit Keikhlasan dan Daya Juang Guru, Manajemen SMPIT Nururrahman Gelar Pelatihan Bersama Konsultan Sekolah Alumni Gontor

SpiritDepok.Poskota.Co.id- Guru akan tetap selalu menjadi murid. Tapi orang yang menjadi murid tidak selalu bisa memosisikan sebagai guru. Bersyukurlah bagi orang-orang yang berpotensi dan mau berusaha untuk menjadi guru.

Dengan izin Allah, dia bisa meninggikan derajatnya walau kita tak pernah tahu seberapa. Kalau sudah berderajat di hadapan Allah, apalagi di hadapan makhluk-Nya. Mulia akan selalu datang pada orang yang tidak pernah meminta kemuliaan.

Guru, tidak akan pernah bisa mendidik murid-muridnya tanpa didasari ruh. Pekerjaan tak akan pernah berhasil dan sukses, tanpa adanya ruh dari seorang yang mengerjakan.

Berdasarkan hal tersebut SMPIT Nururahman mengadakan pelatihan untuk menumbuhkan jiwa keikhlasan dan daya juang Guru.

Wakil kepala sekolah SMPIT Nururrahman, H. Achmad Faozan, Lc, mengatakan Tujuan training spiritual yg dilaksanakan Guna meningkatkan kualitas SDM SMPIT Nururrahman khususnya kesadaran peran utama guru di era 4.0.

Sehingga melalui kegiatan yang dilakukan, tumbuh kesadaran diri para pendidik di Lingkungan SMPIT Nurrurahman akan tanggung jawab mereka yang meneruskan estafet kenabian untuk menghantarkan peserta didik menjadi generasi yang Sholeh dan Muslih.

Sementara itu Ahmad Basyari, M.Pd.I, selaku Kepala Sekolah menjelaskan pentingnya nilai keikhlasan dalam mengajar, beliau menyampaikan tentang ruhul amali huwa ikhlas, ruh nya suatu pekerjaan adalah keikhlasan, maka dari itu keikhlasan itu harus tertanam dalam jiwa pendidik.

Tak lupa pula Awaluddin Faj, selaku Konsultan Pendidikan Sekolah Islam mengatakan Dalam khazanah pendidikan Islam ada ungkapan populer: ”Attariqah ahammu min al maddah. Al mudarrisu ahammu min attariqah. Wa ruhu al mudarrisu ahammu min al mudarrisu nafsihi”. Terjemahannya: Metode lebih penting daripada materi/kurikulum. Guru lebih penting daripada metode. Namun, roh/spirit guru jauh lebih penting daripada guru itu sendiri.

Ungkapan di atas memberikan gambaran tentang inti persoalan pendidikan, yaitu guru, dan menunjukkan dari mana harusnya langkah peningkatan mutu dan kinerja guru dimulai.

Menjadi guru adalah sebuah Profesi yang beruntung dan bersyukur, karena tiga amalan yang tidak Akan terputus akan diperolehnya, Maka dari itu, menjadi guru adalah “panggilan hati”, bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas, sehingga terbangun kesadaran akan mengajar/mendidik menjadi misi dan tujuan hidup guru selaku manusia. Ungkap lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor ini.

Halaman
Reporter: Rohmat
Editor: Rohmat
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar